Skip to content

Lulubekisar's Blog

Pemerhati Ayam Bekisar

Lulu Budihardjo dan Peternak Bekisar

 

Awalnya Pulau kangean Sumenep Madura yang menjadi Perutnya Ayam Hutan Hijau (Gallus Varius), Keindahan warna bulu dan postur tubuh Ayam Hutan ini merupakan primadona kepulauan tersebut waktu itu, namun perburuan liar yang membuat habitat ayam hutan di Kangean semakin memprihatinkan, karena pembiaran yang terus terjadi.

Saat ini beberapa daerah perbukitan di DIY dan Jawa Tengah, seperti Bukit Manoreh yang berada diantara Kab.Kulon Progo dan Kab.Purworejo memiliki Ayam Hutan Hijau yang tidak kalah baiknya dari Kangean .

“Teringat ketika Djamaludin Suryohadikusumo (Menteri Kehutanan RI Masa Orde Baru) memiliki program pelestarian Ayam Hutan, dengan mengeluarkan larangan keras perburuan liar dan diizinkan untuk mengambil telurnya saja dengan catatan mengikuti mekanisme dan melaporkan kepada penjabat kehutanan setempat,  saat itupun Beliau memiliki pemikiran untuk melepaskan ayam betina kampung di sekitar hutan dimana Ayam hutan itu berada, karena dengan demikian keturunan Bekisar akan selalu abadi hidup di hutan jawa, sejauh kepedulian Beliau dengan Ayam silangan itu karena sosok Djamaludin adalah salah satu perintis berdirinya Taman Bekisar di TMII tahun 1989 dan sekaligus menjadi seorang Dewan penasehat Keluarga Penggemar Bekisar Indonesia (KEMARI) Pusat sejak Tahun 1990 – 2005, waktu itu Beliau melalui Dirjennya memerintahkan seluruh kepala dinas untuk bisa bekerja sama dengan Pengurus cabang kemari yang berada di 26 Kabupaten di Indonesia, untuk mendata Hutan-hutan yang di singgahi oleh Ayam Hutan jenis Hijau dan melestarikan dengan cara seperti diatas, mengingat saat Beliau menjabat tidak ada data yang signifikan keberadaan habitat Ayam Hutan maupun Hutan perbukitan mana yang memiliki potensi Ayam hutan, harapannya Kementerian kehutanan dan LH Republik Indonesia dapat melanjutkan program Beliau di masa lalu, mengingat Ayam Bekisar adalah murni ayam silangan, apabila Ayam hutan Hijau tidak dapat dijaga habitatnya, cepat atau lambat Bekisarpun akan punah”kata Pemerhati Ayam Hutan dan Bekisar, Lulu Budihardjo yang telah mendampingi Djamaludin selama 3 periode di Kemari Pusat.

Hasil survey Lulu DB di lapangan, Beberapa pelestari di DIY dan Jateng telah berhasil dengan cara membesarkan Ayam Hutan hijau di kediamannya, ada yang dari tetasan telur dan memelihara sejak usia seminggu, namun baru satu dua orang yang  berhasil menjadi seorang peternak Ayam hutan, himbauan nya adalah Peternak Bekisar maupun Pemula sekalipun berada ,  bisa menjadi peternak Ayam Hutan Hijau.  Dan Anakan ayam hutan yang sejak kecil dapat dilatih untuk berani dengan lingkungannya, akan menjadi Jinak dan mengurangi tingkat kegirasannya, setelah dewasa Ayam Hutanpun dapat di Lombakan dengan cara digantang seperti Bekisar dan Lomba penampilan Tubuh serta bulunya yang mengkilap , tujuan ini untuk memotivasi Masyarakat luas agar terpanggil melestarikan Ayam Hutan hijau ini.

???????????????????????????????

Memelihara ayam bekisar sejak umur 1 hari banyak diminati para penggemar bekisar karena harganya lebih bersahabat dikantong, relatif lebih murah. Selain karena harganya, para penggemar bekisar memilih anak ayam bekisar umur 1 hari juga alasan kepuasan. Seperti apakah anak ayam bekisar yang baik untuk dipelihara?

Untuk memelihara anak ayam bekisar sejak umur 1 hari harus dipilih dengan hati dan mencermati yang jantan, lincah dan sehat. Namun idealnya memelihara anak bekisar sejak umur 1 bulan sehingga secara fisik sudah agak besar dan kuat dan sebaiknya tidak membeli anak bekisar saat musim pancaroba seperti ini.

Sebagai keturunan ayam hutan, ayam bekisar memiliki setengah sifat bapaknya sehingga tingkah lakunya mirip ayam hutan, mudah terkejut dan dapat terbang jauh. Oleh karena itu pemeliharaan ayam bekisar memerlukan perlakuan khusus. Sejak berupa anakan sampai menjadi dewasa.

 

  1. Pemeliharaan Anak Ayam Bekisar

Anak ayam bekisar dipelihara intensif sejak umur 1 hari. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaannya yaitu kandang, pakan, perawatan rutin dan sanitasi.

  1. Kandang

Setelah telur menetas dan bulu anak bekisar kering, pindahkan ke dalam boks khusus. Boks dengan ukuran panjang 1 meter, lebar 0,5 meter dan tinggi 0,4 meter dapat menampung 10-12 ekor anak ayam. Pada boks tersebut diberi lampu 5-15 watt sebagai pengganti induk. Boks anak ayam tersebut berdinding rapat dan atap dapat dibuka. Bahan boks dapat berupa karton atau kayu lapis.

 

Boks dari karton mudah didapatkan tetapi mudah basah. Jika dasar  karton sudah basah maka segera ganti karton, hal ini untuk menjaga kebersihan dan kesehatan anak bekisar.

Sedangkan kandang dari kayu lapis bersifat permanen dan relatif tahan lama, pada bagian bawah diberi tempat untuk menampung kotoran.

 

Lampu yang digunakan pada boks sebaiknya dapat diatur suhunya. Bila anak bekisar tampak menepi dan menempel pada dinding boks, hal ini menunjukkan anak bekisar kepanasan dan suhunya diturunkan. Untuk menurunkan suhu dapat dengan cara lampu dikecilkan dayanya atau ditarik keatas jika menggunakan fetting gantung. Sedangkan jika anak bekisar tampak bergerombol atau berdesak-desakan di bawah lampu berarti anak bekisar tersebut kedinginan dan lampu harus segera dinaikkan suhunya.

Setelah anak bekisar berumur 1 bulan dapat dipindah ke kandang yang lebih luas agar tidak berdesak-desakan dan leluasa bergerak. Untuk memindahkan kekandang khusus ini memerlukan adaptasi dengan mengurangi suhu lampu sedikit demi sedikit sampai tidak memakai lampu sama sekali. Kandang tersebut dilengkapi dengan tempat pakan, minum dan tempat membuang kotoran. Kandang dikrakap ketika malam hari. Dan perlu diingat saat usia 3 bulan sebaiknya Anakan Bekisar segera dipisah Kandangnya, karena Bekisar memiliki sifat kanibal.

 

Kandang yang akan diisi anak bekisar dipastikan terlebih dahulu dalam keadaan bersih dan telah didesinfektan. Krakap yang digunakan juga dalam keadaan bersih, dicuci 2 kali seminggu. Perlakuan ini untuk mencegah masuknya bibit penyakit.

 

 

  1. Pakan dan Minum

Anak bekisar sampai umur 2 bulan diberi campuran pakan voer 521 dengan cara diseduh dengan air panas. Tempat yang digunakan untuk menyeduh pakan tidak terbuat dari plastik tetapi setelah dingin dapat diberikan pada tempat pakan berbahan plastik sebaiknya tempurung kelapa. Untuk menyeduh pakan lebih praktis menggunakan  tempat pakan dari tempurung kelapa sehingga tidak perlu mengganti wadah, langsung dapat diberikan. Pakan yang diberikan dalam keadaan dingin dan habis satu kali makan. Pemberian pakan 2 kali sehari sesuai jadwal yang telah ditentukan, tidak boleh terlambat. Sebagai tambahan dapat diberi Madu (diminumi melalui pipet) , pisang kepok dan pepaya di cacah dan dicampur pd makanannya,diberikan seminggu 2 kali.

 

 

Anak bekisar diberi air minum berupa air bersih dan sehat serta sudah direbus sebagaimana air minum manusia. Hal ini untuk menjaga kesehatannya. Karena bekisar relatif sensitif, jadi perawatannya harus teliti dan tekun.

 

  1. Perawatan rutin sanitasi

Kebersihan merupakan hal yang sangat penting dalam perawatan rutin anak bekisar. Tempat pakan dan minum terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan, tidak mudah berkarat dan selalu dibersihkan setelah digunakan. Setiap hendak memberikan pakan dan minum pastikan wadah dalam keadaan bersih. Ketika sore hari setelah ayam makan, tempat pakan dan minum diambil agar tidak menjadi sarang kecoa.

 

Kotoran selalu dibersihkan pada pagi dan sore hari. Bila ada anak bekisar yang mati segera diambil dan anak bekisar yang masih hidup dipindahkan ke kandang lain. Sedangkan kandang yang tempat matinya anak bekisar tadi segera dicuci dengan desinfektan atau air gamping (tradisional).

 

Indahnya memelihara dan merawat Anakan Bekisar saat menginjak usia antara 7 – 12 bulan, kokokannya megeluarkan suara emas. Pengalaman ini beberapa kali yang Saya temui sejak tahun 2002 dan terakhir tahun 2007, seperti Bekisar Bento di miliki sejak usia 5 bulan, Linggo usia 4 bulan, Gale Usia 1 bulan, Tombo Ati usia 6 bulan dan beberapa lainnya. Alhamdulillah tahun 2014 ini dari 3 Anakan yang saya miliki, 1 diantaranya sudah melihat tanda kebaikan, Bekisar merah yang bertubuh ramping itu sudah berusia 6 bulan, ini Kepuasaan batin yang tak terhingga yang saya rasakan, Karena Manfaat memelihara anakan bekisar itu menjadikan kita lebih  paham dan mengerti karakter Bekisar dan melatih kesabaran tentunya. Imbuh Lulu D. Budihardjo, Pemerhati Bekisar

Tag:

Kini suara lantang yang setiap pagi bersahut-sahutan di daerah pegunungan jawa, hanya sesekali terdengar  di telinga kita. Terbang dan hinggappun dapat kita hitung dengan jari. Kondisi ini telah menunjukan sebuah keprihatinan Kita sebagai penyayang Alam dan isinya.  Ayam Hutan Hijau (Gallus Varius ) di ujung kepunahan dan terancam punah di hutan, seperti pegunungan hutan Kaliurang dan Hutan-hutan lainnya.

 

“Sering kali saya mengingatkan kepada  Pengurus KEMARI (Keluarga Penggemar Bekisar Indonesia) di Tanah Air dan Pecinta Ayam Hutan, bahwa Ayam Hutan Hijau adalah Cikal bakal adanya Bekisar, maka jangan dikesampingkan, apalagi dibiarkan punah dari habitatnya,  saya akan menekankan bahwa fungsi Balitbang di Kemari  harus bersinergi dan memiliki kepedulian dalam meneliti dan mengembangbiakan Ayam hutan dan Bekisar di daerah-daerah,  selama ini Organisasi mengabaikan Ayam Hutan maupun Peternak Ayam Hutan Hijaunya itu sendiri” Kata Lulu D. budihardjo,  Mantan Pengurus Pusat KEMARI 3 periode ini.

 

Saat ini baru  beberapa peternak Bekisar di DIY dan Magelang peduli untuk mengembangbiakan Ayam hutan, sehingga secara tidak langsung pelestarian Ayam Hutan dapat terwujud. Kini Sulit rasanya untuk melarang Pemburu liar di hutan, mengingat tidak adaya Perda khusus untuk larangan memburu Ayam Hutan.Sehingga Pemburu liar masih berkeliaran.

“Ide brilliant  datang dari GBPH. Prabukusumo ( Pengamat Bekisar ), beliau memiliki pemikiran bahwa Pelestarian wajib  dan media kegiatan yang langsung dirasakan oleh masyarakat, Yaitu Ayam Hutan dimasukan ke dalam Agenda Kontes, meskipun hanya bersifat Eksibisi saja, sehingga Masyarakat akan lebih tertarik dan terpanggil untuk memelihara Ayam hutan Jawa, ini termasuk pelestarian dan tentunya semakin Masyarakat semangat mengembangbiakan, Maka dapat dibuka sebuah  Bursa Ayam Hutan dengan tujuan Menjaga dari kepunahan dan mengangkat harga yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya” Akhir Mas Lulu (panggilan akrabnya)

 

 

Peternak Bekisar & Gusti PrabuJangan diabaikan dan jangan dilupakan, bahwa Cikal Bakal Bekisar itu adalah Ayam Hutan Hijau (Gallus Varius), bila saja Ayam Hutan Hijau tidak pernah dibudidayakan dan dilindungi habitatnya, maka cepat atau lambat Kepunahan akan melanda Bekisar. Hal ini yang akan dialami oleh Para Peternak, Pembesar hingga Penggemar.

Untuk menyikapi ini semua, beberapa pakar Ayam Hutan Hijau DIY mendatangi dan mengajak Pemerhati Bekisar Nasional Lulu Budihardjo, untuk bersama-sama mendirikan Wadah Pelestari Ayam Hutan Hijau itu. Disambut baik oleh Mas Lulu DB (panggilan akrabnya) atas gagasan mereka itu. “Saya pribadi sangat bangga, masih ada pemikiran mulia dari teman-teman, untuk peduli melestarikan ayam hutan sebagai Bapaknya Bekisar”

Ditempat terpisah Rayi Dalem Kraton Yogyakarta, GBPH. H. Prabukusumo,SPsi, melalui selulernya ke Mas Lulu DB, menyatakan bahwa dirinya bakal mendukung berdirinya Paguyuban Pelestari Ayam Hutan Hijau dan akan membantu semampunya, bila ada para peternak Bekisar yang menjadi Peternak Ayam Hutan Hijau, baik mereka yang berdomisili di DIY maupun Jateng.
Ditambahkan oleh Roy, Pengusaha Muda DIY dan penggemar Ayam Hutan Hijau, bahwa Saya akan mendukung gagasan Mas Lulu dan Gusti Prabu, bagaimanapun Ayam Hutan Hijau adalah Asset Alam Indonesia, kita perlu menjaga dari Kepunahan, Melestarikan itu Indah dan Tak ternilai harganya.

Tag:,

LLHK W2

Lulu Budihardjo (kiri) dan Haka Astana (kanan)
Motivator Perbekisaran

Saat merebaknya Flu Burung tahun 2007, unggas seperti Bekisar salah satunya yang terkena imbasnya, para pedagang dan pembesar ikut lesu serta lomba bekisar di tanah air,khususnya Jakarta  tidak berani melaksanakan lomba.

Namun sosok Haka Astana (saat itu Kapoltabes Yogyakarta) penggemar berat Bekisar itu, mengajak sahabatnya Lulu Budihardjo untuk melaksanakan Lomba Bekisar Kapoltabes Cup ke VI  di Mako Brimob Baciro.

“Waktu itu saya sangat optimis bahwa Lomba Bekisar di Mako Brimob, pasti diminati oleh Penggemar bekisar Tanah Air, meskipun Flu Burung menghantui Bekisar, Alhamdulillah Bekisar DIY kembali semarak dan pedagang pasar burung Ngasem kembali bergairah, daerah lainnya berani menggelar lomba. Satu hal yang perlu kita catat, bahwa Bekisar telah mempertemukan kita di lapangan, tanpa melihat status sosialnya” Kenang Brigjend Pol Haka Astana, yang kini menjadi Kapolda DIY.

Di sela-sela pertemuan dengan Kapolda DIY di Mapolda, Jumat (10/5) Lulu Budihardjo,Pemerhati Bekisar Nasional menambahkan bahwa kehadiran Mas Haka di Yogyakarta, dapat menggairahkan kembali pamor perbekisaran dan ketentraman di DIY kedepannya, Kapolda Cup DIY ke 4 pasti akan tergelar setelah Idul Fitri, wacana tempat di lapangan Brimob Gondo Wulung, namun untuk waktu pelaksanaan Saya akan berkordinasi dengan teman teman Pengurus Cabang Kemari Bantul dan Sleman, mengingat sudah 3 tahun Saya tidak menjadi Pengurus Pusat lagi, dan petunjuk Kapolda bahwa perlu di laksanakan Latihan Bersama jelang perebutan Pialanya  nanti. Lomba Bekisar masih memerlukan sosok sosok motivator, sebut saja seperti Gusti Prabukusumo, Mas Japto SS, HR Ali Badri, Mas Sunaryono dan lainnya.

Lomba Bekisar Prabowo Cup di JEC

SARASEHAN NASIONAL MEMINDAHKAN KEMARI PUSAT KE  YOGYAKARTA

 

Organisasi penghobby KEMARI ( Keluarga Penggemar Bekisar Indonesia ) yang didirikan oleh sembilan Tokoh era Orde Baru pada 19 Desember 1989 di Jakarta. Tapi seiring perjalanan Organisasi, dua tahun terakhir ini Pengurus Pusat Kemari periode 2010 – 2013 terpuruk, namun Pengurus cabangnya yang tersebar di 26 Kabupaten Indonesia tetap eksis, terutama Pengurus Cabang Yogyakarta, Magelang dan Madura yang rutin melaksanakan Lomba dan Latihan bekisar di setiap bulannya.

“Saya acungkan jempol kepada Cabang Kemari yang tetap kosisten dalam mempertahankan keberadaan Bekisar di sekitar daerahnya, dengan dilaksanakan Sarasehan Nasional di Ndalem Notoprajan, Sabtu (16/3) dihadiri seluruh Pengurus Cabang, diharapkan menggerakan kembali roda organisasi Kemari Pusat yang kini mati suri serta Lomba Bekisar Prabowo Cup , Minggu (17/3) di JEC Bantul, dapat menggairahkan Lomba lomba Bekisar di Tanah Air “ Kata Lulu Budihardjo, mantan Pengurus Pusat Kemari 3 periode dan juga Waksek  KONI Prov.DIY periode baru ini.

Ditambahkan Lulu DB, bahwa Sarasehan Nasional merupakan momentum menentukan sosok calon Ketua Umum Kemari Pusat dan menyepakati perpindahan Kemari Pusat dari Jakarta ke D.I Yogyakarta, Jawa Tengah atau Jawa Timur, mengingat ke 3 provinsi tersebut merupakan basis perbekisaran yang cukup tinggi dan diperhitungkan.

Lulu Budihardjo (tengah) bersama PP Kemari 2006 - 2009 Lulu DB dengan peserta Sumenep

Para Penggemar Bekisar Tanah Air sedang menyiapkan Jawara Bekisarnya, terlihat dalam Latber Bekisar yang di selenggarakan PC Kemari Magelang, Minggu (3/3) sosok Lulu Budihardjo mengerek calon juaranya pada nomor  gantantangan 15 dalam latber di Pondok Tingal Borobudur.

Sekitar 32 Bekisar dari Yogyakarta, Temanggung, Solo dan Magelang sebagai Tuan Rumah dalam Latber tersebut. Mereka memang telah menyiapkan Jawara Bekisarnya untuk menjadi sang juara dalam Prabowo Cup yang akan datang.

“Kita yakin sekali bakal menjadi yang terbaik dalam event nanti” kata Kardi, Juara satu dalam kelas Madya Latber Bekisar

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.