Skip to content

Lulubekisar's Blog

Pemerhati Ayam Bekisar

BEKISAR merupakan satwa khas Indonesia, hasil persilangan antara Ayam Hutan Hijau Jantan (Gallus Varius) dengan Ayam Kampung Betina (Gallus Domestica). Hasil persilangan ini masih terbatas pada Satu Generasi, sehingga perkembangannya sangat memprihatinkan. Disisi lain ayam hutan sebagai pejantannya, masih sangat tergantung dengan hasil tangkapan dari hutan (Ayam hutan tangkapan, meskipun sudah ada beberapa peternak yang mengembangbiakkannya.

Bekisar bentuk tubuhnya sangat menarik dan warna bulunya indah mengkilap seperti pejantannya, begitu pula lengking suaranya yang khas, bila digantang dengan ketinggian 8 meter, terdengar hingga radius 1 kilometer.

Bekisar banyak digemari masyarakat, baik sebagai penghias halaman kantor, hotel, rumah maupun lomba tingkat regional dan tingkat nasional diberbagai daerah di Jawa, Bali dan Madura.

Dahulu bekisar hanya dimiliki oleh kalangan bangsawan sebagai simbol status sosial, namun saat ini Bekisar telah dikenal dan dimiliki oleh semua kalangan. Penyebarannya mulai dari Pulau Jawa, Bali, Madura, dan NTB. Tidak dapat dipungkiri bahwa peternak, pedagang, dan pengrajin sangkar tergantung pada perkembangan Bekisar yang mulai bangkit kembali.

Keadaan Bekisar sebagai satwa asli khas Indonesia, sudah sedemikian populer, tidak saja memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan strategis, akan tetapi merupakan satwa peliharaan yang memiliki peran sebagai hobi seperti satwa lainnya.

Keluarga Penggemar Bekisar Indonesia (KEMARI) yang didirikan oleh Mantan Menteri Kehakiman RI H. Ismail Saleh, SH pada tanggal 19 Desember 1989, yaitu satu-satunya Organisasi Keluarga yang bertujuan memasyarakatkan serta membangun Ekonomi Kerakyatan di daerah yang menjadi tujuan KEMARI, keseluruhan Cabang yang dimiliki KEMARI sebanyak 26 bekerja sama dengan Dinas terkait dan dibina oleh Kepala Daerah Setempat. Sebagai satwa asli Indonesia, KEMARI bertekad untuk melestarikan dan memajukan kualitas seni suara dan penampilan bekisar yang telah diwariskan nenek moyang kita.

Iklan

%d blogger menyukai ini: