Skip to content

Lulubekisar's Blog

Pemerhati Ayam Bekisar

Bekisar salah satu asset Kekayaan Alam Indonesia kini semakin  diminati oleh semua kalangan Masyarakat dimanapun, rasa kepedulian masyarakat kepada Bekisar maupun Ayam Hutan sebagai Cikal bakalnya tidak saja menjadi binatang klangenan akan tetapi mengangkat ekonomi kerakyatan itu sendiri.

“Diakui atau tidak, bahwa Bekisar kini bukanlah tergolong Unggas klangenan, akan tetapi  realitanya Bekisar menjadi unggas yang mengangkat ekonomi masyarakat menengah kebawah, dan terbukti dalam 3 tahun terakhir ini, pembesar maupun peternak semakin semangat dan optimis membudidayakan Ayam Bekisar untuk memenuhi permintaan pasar di Indonesia yang tinggi  , baik melalui Organisasi KEMARI di 26 Tingkat kabupaten Indonesia ataupun ke perseorangan, dan ini menjadi efek domino positif kepada Pengrajin Sangkar, Batok Pakan, Kiso dan Pedagang Pakan” Kata salah satu Mantan Pengurus Pusat KEMARI 3 periode  Lulu Budihardjo

“Ayam hutan sebagai Cikal bakal Bekisar, kini di kabupaten Kota Yogyakarta dan ex.karisidenan Banyumas,  Masyarakat mulai memeliharanya dan dari hasil survey Kami, bahwa tujuan utama Mereka adalah ingin  menjadi calon peternak dan pembesar bekisar, ini terbukti bahwa kesadaran dan kepedulian Masyarakat akan melestarikan asset kekayaan alam Indonesia semakin tinggi, mengingat Ayam Hutan Hijau ( Gallus Varius ) semakin langka dan sulit untuk didapatkan”Tambah Tokoh Bekisar Nasional ini.

Ditambahkan oleh Lulu DB, dengan menggairahkan perbekisaran melalui Pembinaan calon peternak dan Latihan Bersama di pelosok-pelosok pedusunan, dan ini adalah ajang pembelanjaran dan memasyarakatkan bekisar, mengingat kontes bekisar telah mengembangkan kelas kejuraannya dari 3 menjadi 6 kelas, yaitu Bintang, Utama, Madya, Pratama, Bakalan dan Penampilan.

Iklan

%d blogger menyukai ini: