Skip to content

Lulubekisar's Blog

Pemerhati Ayam Bekisar

Monthly Archives: Oktober 2010

Satu-satunya Ayam yang memiliki Taman Indah dan Megah seluas 6.000 M hanya Ayam Bekisar, tepatnya Taman Bekisar ini berada di tengah-tengah Objek Wisata Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta Timur.

Awalnya memang H.Ismail Saleh,SH yang memiliki hobby klangenan Ayam Bekisar, saat Beliau menjabat Menteri Kehakiman RI, akan tetapi klangenan ini didukung pula oleh Pak Harto yang sangat menggemari Bekisar, dan salah satu Bekisar kesayangganya adalah Arjuna.

“Arjuna yang menghiasi rumah Cendana itu, pernah di tahun 1997-an pernah mengeluarkan suara Koden (rusak) saat IMF membacakan terpuruknya perekonomian di Indonesia,ini percaya tidak percaya bahwa Bekisar memiliki insting yang kuat dan peka terhadap lingkungannya” Kata Pemerhati Bekisar Lulu Budihardjo.

Kembali kepada Taman Bekisar, Taman ini dipersiapkan sejak tahun 1987-an saat itu Pak Harto memohon ke Pengurus BP3 Taman Mini untuk menghibahkan Tanah sebagai tempat dimana Taman Bekisar akan didirikan. Dan kemudian Pak Ismail Saleh membentuk Tim, salah satunya ada Tri Hermawan (saat ini Penasehat PP-Kemari) dan Firdaus Alamhudi (saat ini Ketum PP Kemari), beliau-beliau menggalang dana untuk Pembangunan Taman Bekisar tersebut.

Tepat pada tanggal 20 April 1993, Pak Harto beserta Ibu dan Putera-puterinya hadir pada Peresmian Taman Bekisar di TMII Jakarta, saat itu Pak Harto sangat Sumringah diwajahnya melihat Taman Bekisar dan didampingi Ismail Saleh mengelilingi Sangkar Raksasa yang berdiameter sangat besar ini.

Dan di tahun yang sama, tepatnya tanggal 19 Desember Organisasi Keluarga Penggemar Bekisar Indonesia (KEMARI) terbentuk dan langsung di Ketuai umum oleh H.Ismail Saleh, SH dan Organisasi ini terbentuk atas arahan Pak Harto, mengingat saat itu Bekisar sebagai Ayam Unik Antik dan dipercayai sebagai Ayam yang memiliki Mitos (Sumber : Alm. Budiardjo, Mantan Menteri Penerangan RI/ Pemilik Bekisar Bawor)

“Memang kita dapat melihat kepada System Organisasi Kemari,yang selalu tidak pernah meninggalkan Para Pejabat daerah, untuk turut serta pada kegiatan cabang-cabang Kemari dan perebutan pialapun dengan jabatan kepala daerah setempat dan diberikannya Piala Ibu Tien Soeharto kepada KEMARI yang telah diperebutkan sejak tahun 1993 hingga saat ini” Kata salah satu Ketua Bidang di PP Kemari.

“Ada satu tragedy sekitar tahun 2003-an saat itu Taman bekisar pernah mengalami 2 kali Ayam-ayam yang ada disitu dimakan oleh Anjing-anjing milik warung makan dekat Taman, yang ke 2 kalinya sekitar 8 Ayam hilang kepalanya, Saat itu Pak Harto mendengar kabar dan Marah besar, sejak itu satu Anjingpun tidak tampak lagi” Kenang Lulu Budihardjo

Memang tidak dapat kita pungkiri,bahwa Taman Bekisar menjadi salah satu kebanggaan Pak Harto semasa hidupnya dan Bekisar menjadi klangenan utamanya serta KEMARI yang memang dibentuk dan didirikan oleh Pejabat-pejabat Orde Baru saat itu.

“Kita wajib menjaga dan melestarikan Bekisar serta Ayam Hutan sampai kapanpun dengan Kontes, dengan Pembudidayaan dengan ilmu-ilmu yang dapat kita tulis pada media ,dan mungkin KEMARI masih memiliki kesempatan untuk mengelola Taman Bekisar dengan TMII, sebagai tempat yang memiliki Arti besar bagi pendahulu  KEMARI” akhir Lulu DB

KEMARI berduka Semoga Pak Harto diampuni dosa-dosaNya dan diterima di sisiMu Ya Allah. Amin.


Dalam Dunia perunggasan seorang penghobby sangat mendominasi sebagai peserta dalam segala bentuk Kontes yang diselengarakan dimanapun. Murni yang mereka cari adalah Kompetisi, Silahturahmi sesama penghobby dan menghilangkan rasa jenuh. Namun dilingkaran ajang kompetisi, ada sebagian kelompok kecil yang murni bukan penghobby, mereka memiliki profesi sebagai mediasi atau Jual beli. Cenderung Kelompok ini tidak banyak menguasai karakter unggas,

Pada kesempatan ini Harian Suara merdeka menemui Pemerhati Bekisar Lulu Budihardjo di kediamannya di lereng Merapi Desa Suradadi Kidul Turi Sleman.

Menurut pengalaman saya selama 10 tahun di dunia perbekisaran, bahwa ditemui beberapa kelompok kecil yang memiliki profesi seperti itu, hal itu syah-syah saja, namun alangkah baiknya semua itu berangkat dari Hobby atau kesenangan memelihara dan merawatnya, apapun unggasnya. Saat ini mereka langsung menekuni profesinya tanpa didasari Hobby, mungkin hanya melihat dari sisi keuntungan materi. Tentunya hal ini dihindari, karena bagi Penggemar pemula adalah sesuatu yang meresahkan” Kata Lulu Budihardjo

Tidak dipungkiri bahwa Hobby itu mahal, harus ada keseimbangan yang positif adalah Jual beli, namun ketekunan dan ketelitian dalam memelihara dan merawat perlu waktu panjang, dalam proses itu dituntut kesabaran seseorang. Setelah memiliki pengalaman yang cukup barulah seseorang mencoba mendalami Profesinya sebagai Pedagang ataupun Perantara.

Ditambahkan oleh Lulu DB bahwa mencari Bekisar yang baik, tidak semudah mendapatkan seperti Unggas Kicauan, Perkutut atau lainnya, faktor keberuntungan sangat erat hubungannya, namun ketekunan dan ketelitian adalah faktor pendukung juga, sebaiknya dalami jiwa kita ke Penghobby, kemudian meneruskan sebagai Profesi menuju Pedagang yang Profesional

Salah satu Ayam betina Kampung yang paling disukai oleh Ayam Hutan Hijau (Gallus Varius) adalah yang berjenis wareng atau dengan kata lain Kecil. Jenis wareng seperti ini idealnya dimiliki oleh Peternak Bekisar, mengingat sangat mudah untuk menjodohkannya dengan cara dodokan. Warna yang digemari Ayam hutan rata-rata warna merah atau cokelat kemerahan. Bagi peternak Bekisar ada pula yang memiliki Ayam kampung Betina jenis besar, dengan muka lebar dan Jengger besar, jenis seperti ini pada umumn dapat mengeluarkan jumlah telur yang cukup banyak, dengan cara Insiminasi Buatan atau Kawin Suntik. Kembali ke Betina wareng, adapula Para penggemar Bekisar juga memilikinya untuk dijodohkan kepada Bekisarnya, agar dimanapun Kontes Bekisar, Betinanya turut mengawal Bekisar unggulannya tersebut. Tujuannya Bekisar lebih tenang dan tidak giras ditengah arena. Dan jangan lupa saat Betina ada ditengah arena, dipegang oleh pemiliknya atau dimasukan pada sangkar, meskipun Betina dipegang dalam Kontes yang sedang berlangsung, Pemilik Bekisar tidak diperkenankan mengibas-ngibaskan Betinanya, karena akan mengganggu konsentrasi Bekisar lainnya yang sedang mengikuti Kontes. Betina Wareng mudah kita dapatkan, biasanya disekitar desa pegunungan atau dipasar burung pada saat jatuh dihari pasaran, harga per ekor sekitar 25.000 hingga 40.000. Ada 2 jenis Betina Wareng yang pertama memang murni dari keturunan Ayam kampung yang berbadan kecil, dan satunya memang Kampung disilang oleh Ayam kate. Cermatilah dalam memilih, karena yang membedakan adalah di suaranya.