Skip to content

Lulubekisar's Blog

Pemerhati Ayam Bekisar

YOGYAKARTA-Peserta Lomba Besar Bekisar dan Derkuku yang memperebutkan Piala Amien Rais pada 25 Januari lalu di Alun-alun Utara Yogyakarta, membeludak. Peserta datang dari berbagai pelosok tanah air, kecuali Madura, Lombok, dan lain-lain.
Wakil Sekretaris Jenderal Keluarga Penggemar Bekisar Indonesia (Kemari) Pusat, Lulu Budihardjo, mengungkapkan lomba bekisar diikuti 107 peserta sedangkan derkuku 180 peserta. Sebenarnya masih cukup banyak yang berminat mengikuti lomba, namun karena terlambat mendaftar terpaksa tak bisa diikutsertakan.
”Bekisar dan derkuku mania yang belum dapat mengikuti lomba kali ini bisa mengikuti lomba di Jakarta, Semarang, atau Solo yang dalam waktu dekat ini akan segera digelar,” ujar Lulu, kemarin.
Dia menepis anggapan yang menyebutkan lomba kali ini ada embel-embel politis. Menurutnya, Amien Rais yang juga Ketua MPR dan Ketua DPP PAN itu, merupakan penggemar bekisar dan derkuku. Kepeduliannya pada jenis unggas lokal tersebut membuatnya bersedia diambil namanya sebagai salah satu ajang perlombaan.
”Kegiatan itu murni untuk lomba unggas dan tidak ada unsur politis sama sekali. Pak Amien juga tidak berbicara politik dalam lomba tersebut, perhatiannya semata-mata agar jenis hewan itu memasyarakat,” tandasnya.
Agenda Lomba
Lulu menjelaskan, agenda lomba besar bekisar dalam waktu dekat ini akan berlangsung di TMII Jakarta, pada 15 Februari dalam rangka Musda Kemari DKI. Kemudian Maret di Kendal, Jateng, bekerja sama dengan penggemar burung berkicau, dan 25 April mendatang kembali di TMII memperebutkan Piala Ibu Tien.
Pada 25 April tersebut bersamaan dengan Rakernas Kemari yang diikuti cabang-cabang seluruh Indonesia. Agendanya, laporan pertanggungjawaban pengurus selama hampir satu tahun sejak terpilih tahun lalu.
Lomba-lomba berikutnya menyusul di Surabaya, Solo, Magelang, dan pada akhir tahun di Pamekasan, Madura. Kegiatan lain Kemari, kecuali lomba juga pembentukan cabang-cabang baru di berbagai kabupaten/kota. Dalam waktu dekat ini akan dibentuk Kemari Cabang Kebumen, Jateng.
Di akhir lomba terjadi transaksi cukup mengejutkan. Juara I kelas utama, ayam bekisar milik Agus Rivai dari Bandung ditawar penggemar dan bakal ditukar dengan mobil Toyota Kijang. Namun pemiliknya belum berniat menjual ayam tersebut. Juara II, Sayang, milik Berlian dari Jakarta dan Juara III Songgo Pentil milik Acun HW, Yogyakarta. Sementara di kelas madya, juara I diraih bekisar Dozen milik Hendro, Jakarta. Juara II, Punk Rock kepunyaan Agus, Semarang dan juara III, Parikesit milik Taufiq dari Temanggung.(Suara Merdeka
Senin, 2 Februari 2004 Jawa Tengah )

 

 

Iklan

%d blogger menyukai ini: