Skip to content

Lulubekisar's Blog

Pemerhati Ayam Bekisar

Hampir sebelas tahun lamanya berkecimpung di antara Ayam Bekisar, dan Sembilan tahun pula atau tiga periode menduduki posisi sebagai Pengurus Pusat Keluarga Penggemar Bekisar Indonesia (KEMARI), organisasi yang berdiri sejak tahun 1989 diprakarsai oleh Alm.Ismail Saleh, SH (Mantan MenKeh RI), terbentuknya Organisasi ini dan berdomisili  kantor didalam anjungan Taman Bekisar TMII Jakarta, atas arahan langsung dari Alm. HM.Soeharto ( Mantan Presiden RI) .

Menjaga keutuhan Ayam hutan hijau (Gallus Varius) dari kepunahan, sebagai cikal bakalnya Bekisar serta melanjutkan program mulia dari Pendahulu-pendahulu KEMARI adalah tujuan utama Lulu D.Budihardjo, yang tak pernah kenal lelah dan bosan untuk selalu mensosialisasikan Ayam Hutan dan Bekisar kepada 26 Kabupaten di Indonesia sebagai Cabang aktif dari Organisasi KEMARI. Sepak terjangnya ini selalu mendapat dukungan penuh dari Sahabatnya yaitu  GBPH. Prabukusumo.

Meskipun pada tahun 2010, saat Munas ke VI KEMARI di TMII Jakarta, dirinya tidak bersedia untuk dicalonkan dalam bursa Ketua Umum, walaupun jauh sebelum Munas dilaksanakan sejumlah Mantan Menteri Era Orde Baru yang menjadi sesepuh di KEMARI menghendaki tongkat kepemimpinan itu, dia yang pegang. Namun hingga kini sosok Lulu DB tetap menjadi motivator kepada teman-temannya, baik mereka yang duduk sebagai Pengurus, Peternak bahkan Pemula di perbekisaran. Pilar utamanya dalam memasyarakatkan Bekisar dari Desa hingga Kota adalah Kosistensi pada dirinya.

“Pengurus di Organisasi silahkan “werno werno”, tapi Ayam Hutan dan bekisar tidak boleh punah” ujar Tokoh Bekisar Nasional ini.

Pasca Erupsi Merapi keberadaan Populasi dan habitat Ayam Hutan sangat memprihatinkan, maka Lulu DB memiliki program plan B untuk peternak Bekisar di wilayah DIY Jateng untuk membudidayakan Ayam Hutan hijau, bagaimanapun tanpa ada Ayam hutan Hijau tidak pernah akan ada Bekisar. Meskipun sebelum Erupsi Merapi, Lulu DB telah merencanakan program kawin alami, artinya melepas sejumlah betina kampung di suatu dusun lereng merapi di sleman yang hanya berjarak 3-4 Km dari puncak merapi. Ide ini timbul atas informasi dari warga setempat bahwa sebelum matahari terbit, segerombolan Ayam Hutan Hijau mendatangi Dusun tersebut untuk mencari makan, namun Allah SWT berkehendak lain, Merapi meletus pada tanggal 26 Oktober2010 silam.

“Program kawin alami tetap menjadi tujuan utama saya, karena program ini tidak pernah mengganggu habitat dari Ayam Hutan itu sendiri, sambil menunggu kondisi Merapi kembali seperti sediakala”Imbuh si penulis buku Beternak Ayam Alas dan Bekisar, bersama drh.Ratri (alumnus FKH-UGM).

Lanjut Lulu DB, nantikan kegiatan besar pasca erupsi merapi, kontes bekisar Piala Raja ke II Sri Sultan Hamengku Buwono X, awal Juli di lapangan denggung sleman, kerja bareng Komunitas Pelestari Bekisar & Ayam Hutan Jogjakarta dan Pengurus Cabang Kemari Sleman.

Iklan

%d blogger menyukai ini: