Skip to content

Lulubekisar's Blog

Pemerhati Ayam Bekisar

Monthly Archives: Juli 2011

Awalnya di tahun 2000, kejuraan Pondok Tingal digelar kali pertama dan ditetapkan menjadi agenda rutin Kontes Bekisar tingkat nasional yang diselenggarakan oleh PC Kemari Magelang. Kegiatan ini menjadi daya tarik wisatawan mancanegara yang melintasi arena kontes tersebut, umumnya orang asing sangat tidak menyukai binatang jenis unggas, namun yang membuat mereka tertarik adalah pertama seekor ayam ditarik dan digantung pada ketinggian 8 meter, dan kedua pemiliknya hanya berteriak wajar dengan memanggil nama ayamnya, ini dikisahkan oleh rombongan Mr.Philips Warga Negara Kanada, yang tak henti-hentinya mengabadikan Bekisar dengan digital kesayangannya. Peserta yang hampir mencapai 90 ekor Bekisar itu, merasa puas atas pelayanan panitia pelaksana dan hasil penilaian juri nasional Kemari, meski peserta kontes tidak sebanyak seperti Piala Raja diikuti 170 Bekisar dan Kapolres Sampang diikuti 280 Bekisar beberapa minggu lalu. “Kontes kami memang kontes penutup menyambut bulan suci ramadhan, kami memang tidak mentargetkan peserta, mengingat pada juli ini, Kontes tingkat nasional dilaksanakan dalam sebulan tiga kali”Kata Nursalam Ketua PC Kemari Magelang. Ditambahkan oleh Chumaidi, penasihat PC Kemari Magelang bahwa pasca erupsi dan lahar dingin merapi, kontes bekisar maupun latber tidak menjadi prioritasnya, mengingat sebagian besar pengurus dan anggota Kemari Magelang sedang dalam masa prihatin dan berduka, moment Pondok Tingal cup inilah menjadi ajang silahturahmi antara sesama Bekisar mania tanah air, yang selama ini terputus komunikasi akibat Bencana Merapi. Ditengah-tengah kontes ini terlihat pemerhati bekisar nasional Lulu Budihardjo bersama Tembang Mataramnya yang turun dalam kelas pratama dan kelas penampilan, dirinya sempat berkomentar jalannya kontes dinilai cukup baik dan terkodinir antar sesama panitia, meskipun saat di Final Pratama terjadi hambatan, sebuah Layang-layang Hitam seperti Gagak berada di atas gantangan, itulah Bekisar memiliki insting yang peka, bila ada sesuatu yang dirasa dan dilihat membahayakan, secara bersamaan menunjukan ketakutannya dengan Petak-petok. .

Susunan Juara Seni Suara & Penampilan  Kontes Bekisar di Muntilan (24/7)

UTAMA :

Juara I         Bekisar Gandrung milik Indra Solo

Juara II       Bekisar Pangeran milik Edi M Surabaya

Juara III     Bekisar Panglima milik Haryadi Surabaya

Juara IV      Bekisar Dr.Bandung milik Agus Rifai Bandung

Juara V        Bekisar Nakula milik Agung Laloe Sleman

MADYA :

Juara   I       Bekisar Temu milik H.Nanang Bogor

Juara  II      Bekisar Roro Mendut milik H.Sakiki Cileungsi

Juara  III    Bekisar Lanceng Kana milik Haryadi Surabaya

Juara  IV     Bekisar Bolang milik H. Mukti Kamal Madura

Juara  V       Bekisar Panca Harapan milik H. Soleh Cileungsi

PRATAMA:

Juara  I        Bekisar Bukit Manoreh milik Supangkat Muntilan

Juara  II      Bekisar Ronggo Lawe milik H.Taufiq Temanggung

Juara  III    Bekisar Metana milik Sutrisno Bantul

Juara  IV     Bekisar Nengah milik Agung J Jogjakarta

Juara   V      Bekisar Nurwahid Muntilan

PENAMPILAN:

Juara  I        Bekisar Banaspati milik Waluyo Kulon Progo

Juara  II      Bekisar Putra Tanjung milik Supangkat Muntilan

Juara  III    Bekisar Tembang Mataram milik Lulu Budihardjo Sleman

Iklan

Hampir sebelas tahun lamanya berkecimpung di antara Ayam Bekisar, dan Sembilan tahun pula atau tiga periode menduduki posisi sebagai Pengurus Pusat Keluarga Penggemar Bekisar Indonesia (KEMARI), organisasi yang berdiri sejak tahun 1989 diprakarsai oleh Alm.Ismail Saleh, SH (Mantan MenKeh RI), terbentuknya Organisasi ini dan berdomisili  kantor didalam anjungan Taman Bekisar TMII Jakarta, atas arahan langsung dari Alm. HM.Soeharto ( Mantan Presiden RI) .

Menjaga keutuhan Ayam hutan hijau (Gallus Varius) dari kepunahan, sebagai cikal bakalnya Bekisar serta melanjutkan program mulia dari Pendahulu-pendahulu KEMARI adalah tujuan utama Lulu D.Budihardjo, yang tak pernah kenal lelah dan bosan untuk selalu mensosialisasikan Ayam Hutan dan Bekisar kepada 26 Kabupaten di Indonesia sebagai Cabang aktif dari Organisasi KEMARI. Sepak terjangnya ini selalu mendapat dukungan penuh dari Sahabatnya yaitu  GBPH. Prabukusumo.

Meskipun pada tahun 2010, saat Munas ke VI KEMARI di TMII Jakarta, dirinya tidak bersedia untuk dicalonkan dalam bursa Ketua Umum, walaupun jauh sebelum Munas dilaksanakan sejumlah Mantan Menteri Era Orde Baru yang menjadi sesepuh di KEMARI menghendaki tongkat kepemimpinan itu, dia yang pegang. Namun hingga kini sosok Lulu DB tetap menjadi motivator kepada teman-temannya, baik mereka yang duduk sebagai Pengurus, Peternak bahkan Pemula di perbekisaran. Pilar utamanya dalam memasyarakatkan Bekisar dari Desa hingga Kota adalah Kosistensi pada dirinya.

“Pengurus di Organisasi silahkan “werno werno”, tapi Ayam Hutan dan bekisar tidak boleh punah” ujar Lulu DB

Pasca Erupsi Merapi keberadaan Populasi dan habitat Ayam Hutan sangat memprihatinkan, maka Lulu DB memiliki program plan B untuk peternak Bekisar di wilayah DIY Jateng untuk membudidayakan Ayam Hutan hijau, bagaimanapun tanpa ada Ayam hutan Hijau tidak pernah akan ada Bekisar. Meskipun sebelum Erupsi Merapi, Lulu DB telah merencanakan program kawin alami, artinya melepas sejumlah betina kampung di suatu dusun lereng merapi di sleman yang hanya berjarak 3-4 Km dari puncak merapi. Ide ini timbul atas informasi dari warga setempat bahwa sebelum matahari terbit, segerombolan Ayam Hutan Hijau mendatangi Dusun tersebut untuk mencari makan, namun Allah SWT berkehendak lain, Merapi meletus pada tanggal 26 Oktober2010 silam.

“Program kawin alami tetap menjadi tujuan utama saya, karena program ini tidak pernah mengganggu habitat dari Ayam Hutan itu sendiri, sambil menunggu kondisi Merapi kembali seperti sediakala”Imbuh pemerhati Bekisar Nasional

Piala Raja HB X dalam Kontes Seni Suara Alam & Penampilan Bekisar “Jogjakarta Memang Istimewa”, merupakan kompetisi bergengsi yang telah dua tahun absen dari Agenda Nasional Kemari. Semula Kontes ini akan digelar di Lapangan Denggung Sleman, namun mengingat Lapangan tersebut dipakai kegiatan latihan drumband, maka Panitia Pelaksana menggeser tempat ke Lapangan Mlati (Utara TMP. Dr. Wahidin) Jalan Magelang Jogjakarta Km 7,5 Sleman. “Dipastikan GBPH.Prabukusumo diutus oleh Ngarso Dalem untuk menyerahkan Piala Bergilir Persembahan Raja Jogjakarta dan membuka Kontes ini, melalui seremoni mengerek Bekisar bernomor gantangan 9 serta disusul Bekisar lainnya” Kata Lulu Budihardjo, yang menerima amanah sebagai Ketua Pelaksana Dalam audensi Panitia dengan Ngarso dalem, baru-baru ini di Kepatihan, salah satunya melaporkan persiapan pelaksanaan yaitu kepastian hadirnya Jawara Bekisar Tanah Air untuk berkompetisi sehat dan sekaligus membawa keluarga untuk berwisata di Jogjakarta. Ditemui seusai audensi di kepatihan, Lulu DB menambahkan bahwa Kontes ini membuka pendaftaran 5 Kelas yaitu Utama, Madya, Pratama, Bakalan (Max.Usia 7 bulan) dan Penampilan. Untuk kelas Utama dan Madya disediakan T-Shirt Eksklusif berlogo Piala Raja dan Loket pendaftaran dibuka tepat pukul 08.00 WIB, mengingat prosesi penyerahan Piala Bergilir Raja dimulai pukul 09.00 WIB, dan dilanjutkan Kelas Penampilan sebagai pembuka kontes. “Meskipun lokasi kontes berjarak 50 meter dengan rumah penduduk, secara tidak langsung Kontes ini telah memasyarakatkan bekisar kepada mereka, Gusti Prabu pun menghimbau agar Masyarakat sekitar untuk menyaksikan dan mendukung suksesnya event Piala Raja HB X itu, tak ketinggalan pula peran serta peternak bekisar seperti Agus Sentolo,Winarso Bantul,Gunawan Muntilan, H.Taslim Muntilan, Indra Fizal Muntilan,Pangkat Muntilan,Sohib Muntilan,Mono Kaliangkrik dan Komet Magelang, memberikan anakan bekisar untuk dihadiahkan, begitu pula BPR Mataram Mitra Manunggal dan Gembira Loka turut mendukung” Akhir Lulu DB