Skip to content

Lulubekisar's Blog

Pemerhati Ayam Bekisar

Kini suara lantang yang setiap pagi bersahut-sahutan di daerah pegunungan jawa, hanya sesekali terdengar  di telinga kita. Terbang dan hinggappun dapat kita hitung dengan jari. Kondisi ini telah menunjukan sebuah keprihatinan Kita sebagai penyayang Alam dan isinya.  Ayam Hutan Hijau (Gallus Varius ) di ujung kepunahan dan terancam punah di hutan, seperti pegunungan hutan Kaliurang dan Hutan-hutan lainnya.

 

“Sering kali saya mengingatkan kepada  Pengurus KEMARI (Keluarga Penggemar Bekisar Indonesia) di Tanah Air dan Pecinta Ayam Hutan, bahwa Ayam Hutan Hijau adalah Cikal bakal adanya Bekisar, maka jangan dikesampingkan, apalagi dibiarkan punah dari habitatnya,  saya akan menekankan bahwa fungsi Balitbang di Kemari  harus bersinergi dan memiliki kepedulian dalam meneliti dan mengembangbiakan Ayam hutan dan Bekisar di daerah-daerah,  selama ini Organisasi mengabaikan Ayam Hutan maupun Peternak Ayam Hutan Hijaunya itu sendiri” Kata Lulu D. budihardjo,  Mantan Pengurus Pusat KEMARI 3 periode ini.

 

Saat ini baru  beberapa peternak Bekisar di DIY dan Magelang peduli untuk mengembangbiakan Ayam hutan, sehingga secara tidak langsung pelestarian Ayam Hutan dapat terwujud. Kini Sulit rasanya untuk melarang Pemburu liar di hutan, mengingat tidak adaya Perda khusus untuk larangan memburu Ayam Hutan.Sehingga Pemburu liar masih berkeliaran.

“Ide brilliant  datang dari GBPH. Prabukusumo ( Pengamat Bekisar ), beliau memiliki pemikiran bahwa Pelestarian wajib  dan media kegiatan yang langsung dirasakan oleh masyarakat, Yaitu Ayam Hutan dimasukan ke dalam Agenda Kontes, meskipun hanya bersifat Eksibisi saja, sehingga Masyarakat akan lebih tertarik dan terpanggil untuk memelihara Ayam hutan Jawa, ini termasuk pelestarian dan tentunya semakin Masyarakat semangat mengembangbiakan, Maka dapat dibuka sebuah  Bursa Ayam Hutan dengan tujuan Menjaga dari kepunahan dan mengangkat harga yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya” Akhir Mas Lulu (panggilan akrabnya)

 

 

Iklan

%d blogger menyukai ini: