Skip to content

Lulubekisar's Blog

Pemerhati Ayam Bekisar

Monthly Archives: Maret 2016

Lulu Budihardjo dan Peternak Bekisar

 

Awalnya Pulau kangean Sumenep Madura yang menjadi Perutnya Ayam Hutan Hijau (Gallus Varius), Keindahan warna bulu dan postur tubuh Ayam Hutan ini merupakan primadona kepulauan tersebut waktu itu, namun perburuan liar yang membuat habitat ayam hutan di Kangean semakin memprihatinkan, karena pembiaran yang terus terjadi.

Saat ini beberapa daerah perbukitan di DIY dan Jawa Tengah, seperti Bukit Manoreh yang berada diantara Kab.Kulon Progo dan Kab.Purworejo memiliki Ayam Hutan Hijau yang tidak kalah baiknya dari Kangean .

“Teringat ketika Djamaludin Suryohadikusumo (Menteri Kehutanan RI Masa Orde Baru) memiliki program pelestarian Ayam Hutan, dengan mengeluarkan larangan keras perburuan liar dan diizinkan untuk mengambil telurnya saja dengan catatan mengikuti mekanisme dan melaporkan kepada penjabat kehutanan setempat,  saat itupun Beliau memiliki pemikiran untuk melepaskan ayam betina kampung di sekitar hutan dimana Ayam hutan itu berada, karena dengan demikian keturunan Bekisar akan selalu abadi hidup di hutan jawa, sejauh kepedulian Beliau dengan Ayam silangan itu karena sosok Djamaludin adalah salah satu perintis berdirinya Taman Bekisar di TMII tahun 1989 dan sekaligus menjadi seorang Dewan penasehat Keluarga Penggemar Bekisar Indonesia (KEMARI) Pusat sejak Tahun 1990 – 2005, waktu itu Beliau melalui Dirjennya memerintahkan seluruh kepala dinas untuk bisa bekerja sama dengan Pengurus cabang kemari yang berada di 26 Kabupaten di Indonesia, untuk mendata Hutan-hutan yang di singgahi oleh Ayam Hutan jenis Hijau dan melestarikan dengan cara seperti diatas, mengingat saat Beliau menjabat tidak ada data yang signifikan keberadaan habitat Ayam Hutan maupun Hutan perbukitan mana yang memiliki potensi Ayam hutan, harapannya Kementerian kehutanan dan LH Republik Indonesia dapat melanjutkan program Beliau di masa lalu, mengingat Ayam Bekisar adalah murni ayam silangan, apabila Ayam hutan Hijau tidak dapat dijaga habitatnya, cepat atau lambat Bekisarpun akan punah”kata Pemerhati Ayam Hutan dan Bekisar, Lulu Budihardjo yang telah mendampingi Djamaludin selama 3 periode di Kemari Pusat.

Hasil survey Lulu DB di lapangan, Beberapa pelestari di DIY dan Jateng telah berhasil dengan cara membesarkan Ayam Hutan hijau di kediamannya, ada yang dari tetasan telur dan memelihara sejak usia seminggu, namun baru satu dua orang yang  berhasil menjadi seorang peternak Ayam hutan, himbauan nya adalah Peternak Bekisar maupun Pemula sekalipun berada ,  bisa menjadi peternak Ayam Hutan Hijau.  Dan Anakan ayam hutan yang sejak kecil dapat dilatih untuk berani dengan lingkungannya, akan menjadi Jinak dan mengurangi tingkat kegirasannya, setelah dewasa Ayam Hutanpun dapat di Lombakan dengan cara digantang seperti Bekisar dan Lomba penampilan Tubuh serta bulunya yang mengkilap , tujuan ini untuk memotivasi Masyarakat luas agar terpanggil melestarikan Ayam Hutan hijau ini.

Iklan