Skip to content

Lulubekisar's Blog

Pemerhati Ayam Bekisar

Category Archives: Berita

Perawatan Bekisar yang baik saat di usia bakalan, antara 3 sampai 5 bulan.
Baik kebersihan Lingkungannya,  Sangkarnya dan wadah makanannya. Hal ke tiga tersebut wajib kita cermati. Karena akan mempengaruhi kondisi dan perkembangan Bekisar itu sendiri.
Bekisar lebih senang dimandikan saat pagi hari dan di jemur pada Matahari yang cukup, bila cuaca mendung, sebaiknya di tunda.
Apabila cuaca tidak bersahabat, lalu Bekisar tetap dimandikan, Jengger bekisar akan membiru dan Ekor akan mekerucut, akibatnya kotoran bekisar menjadi Putih serta Kandang gampang kropos. Ingat…jangan melakukan hal seperti  ini.
Beda Bekisar beda pula jenis makanan dan takarannya, maka kenalilah Bekisarmu sejak dini dan sepenuh hati dalam memeliharanya, agarlebih paham pada Karakter  Klangenan kita seperti Bekisar.

Tak bisa dipungkiri , apalagi di abaikan bwh Ayam Hutan Hijau (Gallus varius) adalah Cikal bakalnya Bekisar, maka peternak bekisar yg masih produktif seperti di Kulonprogo, bantul hingga Magelang, mulailah membudidayakan Ayam Hutan Hijau dan ayam betina kampung jengger wilah.

Di sela sela kunjungannya ke beberapa peternak bekisar dan pembesaran, Pemerhati Bekisar, Lulu Budihardjo menyempatkan ke peternak asal desa Kajoran Magelang, yg konon mulai merintis beternak Ayam Hutan Hijau (Gallus Varius) dan Ayam Betina kampung (Gallus Domestica)

“Keprihatinan saya melihat habitat Ayam Hutan Hijau yang hampir punah, karena masih adanya perburuan liar dan kondisi Hutan kita, saya mengajak para peternak Bekisar untuk bersama sama membudidayakan Ayam Hutan dan ayam betina kampung jengger wilah, meskipun berulang kali saya telah mengingatkannya”Kata Lulu Budihardjo
[06:16, 4/9/2017] Lulu: Ditambahkan oleh Lulu Budihardjo, dalam kunjungannya ke peternak pak gun kajoran, dirinya meminta untuk para peternak yang berpengalaman dapat memberikan pembelajaran tentang Ilmu pembudidayaan kepada Pemula, serta menggelar Lomba Ayam Hutan Hijau, semoga program ini dapat terealisasi dan sekaligus menjaga Ayam Hutan dari kepunahan.

Tag:

whatsapp-image-2016-11-20-at-20-44-25

Aneka sangkar Bekisar yang dibuat oleh banyak Pengrajin, terlihat berbagai jenis dan modelnya, misal Sangkar jenis Apel asli solo, ada pula Sangkar Muntilanan dan bahkan Gunung kidul membuat sangkar Bekisarnya dari rotan

Namun untuk Alas\lantai sangkar ada beberapa pengrajin yang membuatnya tidak kotak kotak

Menurut pengalaman dari Pemerhati Bekisar Nasional, Lulu Budihardjo bahwa idealnya untuk Lantai Sangkar Bekisar adalah Kotak kotak, mengingat Bekisar itu sifatnya seperti Induknya (Ayam Kampung), kebiasaannya gemar menceker ceker tanah\lantai Sangkarnya, Apabila tidak kotak kotak, sehingga Kaki Bekisar akan mengalami kejeblos dan bahkan ada Bekisar yg terjepit hingga patah kakinya

Lantai Sangkar Kotak kotak sangat cocok dan aman, untuk segala usia Bekisar. Mengenai diameter sangkar, sebaiknya 60 Cm dan tingginya 80 Cm, mengapa?Bila Bekisar sudah dewasa, ekornya akan pasti panjang, agar bentuk ekornya tetap baik dan indah. Ukuran sangkarnya minimal mendekati acuan tersebut diatas

Tag:

Lulu Budihardjo dan Peternak Bekisar

 

Awalnya Pulau kangean Sumenep Madura yang menjadi Perutnya Ayam Hutan Hijau (Gallus Varius), Keindahan warna bulu dan postur tubuh Ayam Hutan ini merupakan primadona kepulauan tersebut waktu itu, namun perburuan liar yang membuat habitat ayam hutan di Kangean semakin memprihatinkan, karena pembiaran yang terus terjadi.

Saat ini beberapa daerah perbukitan di DIY dan Jawa Tengah, seperti Bukit Manoreh yang berada diantara Kab.Kulon Progo dan Kab.Purworejo memiliki Ayam Hutan Hijau yang tidak kalah baiknya dari Kangean .

“Teringat ketika Djamaludin Suryohadikusumo (Menteri Kehutanan RI Masa Orde Baru) memiliki program pelestarian Ayam Hutan, dengan mengeluarkan larangan keras perburuan liar dan diizinkan untuk mengambil telurnya saja dengan catatan mengikuti mekanisme dan melaporkan kepada penjabat kehutanan setempat,  saat itupun Beliau memiliki pemikiran untuk melepaskan ayam betina kampung di sekitar hutan dimana Ayam hutan itu berada, karena dengan demikian keturunan Bekisar akan selalu abadi hidup di hutan jawa, sejauh kepedulian Beliau dengan Ayam silangan itu karena sosok Djamaludin adalah salah satu perintis berdirinya Taman Bekisar di TMII tahun 1989 dan sekaligus menjadi seorang Dewan penasehat Keluarga Penggemar Bekisar Indonesia (KEMARI) Pusat sejak Tahun 1990 – 2005, waktu itu Beliau melalui Dirjennya memerintahkan seluruh kepala dinas untuk bisa bekerja sama dengan Pengurus cabang kemari yang berada di 26 Kabupaten di Indonesia, untuk mendata Hutan-hutan yang di singgahi oleh Ayam Hutan jenis Hijau dan melestarikan dengan cara seperti diatas, mengingat saat Beliau menjabat tidak ada data yang signifikan keberadaan habitat Ayam Hutan maupun Hutan perbukitan mana yang memiliki potensi Ayam hutan, harapannya Kementerian kehutanan dan LH Republik Indonesia dapat melanjutkan program Beliau di masa lalu, mengingat Ayam Bekisar adalah murni ayam silangan, apabila Ayam hutan Hijau tidak dapat dijaga habitatnya, cepat atau lambat Bekisarpun akan punah”kata Pemerhati Ayam Hutan dan Bekisar, Lulu Budihardjo yang telah mendampingi Djamaludin selama 3 periode di Kemari Pusat.

Hasil survey Lulu DB di lapangan, Beberapa pelestari di DIY dan Jateng telah berhasil dengan cara membesarkan Ayam Hutan hijau di kediamannya, ada yang dari tetasan telur dan memelihara sejak usia seminggu, namun baru satu dua orang yang  berhasil menjadi seorang peternak Ayam hutan, himbauan nya adalah Peternak Bekisar maupun Pemula sekalipun berada ,  bisa menjadi peternak Ayam Hutan Hijau.  Dan Anakan ayam hutan yang sejak kecil dapat dilatih untuk berani dengan lingkungannya, akan menjadi Jinak dan mengurangi tingkat kegirasannya, setelah dewasa Ayam Hutanpun dapat di Lombakan dengan cara digantang seperti Bekisar dan Lomba penampilan Tubuh serta bulunya yang mengkilap , tujuan ini untuk memotivasi Masyarakat luas agar terpanggil melestarikan Ayam Hutan hijau ini.

???????????????????????????????

Memelihara ayam bekisar sejak umur 1 hari banyak diminati para penggemar bekisar karena harganya lebih bersahabat dikantong, relatif lebih murah. Selain karena harganya, para penggemar bekisar memilih anak ayam bekisar umur 1 hari juga alasan kepuasan. Seperti apakah anak ayam bekisar yang baik untuk dipelihara?

Untuk memelihara anak ayam bekisar sejak umur 1 hari harus dipilih dengan hati dan mencermati yang jantan, lincah dan sehat. Namun idealnya memelihara anak bekisar sejak umur 1 bulan sehingga secara fisik sudah agak besar dan kuat dan sebaiknya tidak membeli anak bekisar saat musim pancaroba seperti ini.

Sebagai keturunan ayam hutan, ayam bekisar memiliki setengah sifat bapaknya sehingga tingkah lakunya mirip ayam hutan, mudah terkejut dan dapat terbang jauh. Oleh karena itu pemeliharaan ayam bekisar memerlukan perlakuan khusus. Sejak berupa anakan sampai menjadi dewasa.

 

  1. Pemeliharaan Anak Ayam Bekisar

Anak ayam bekisar dipelihara intensif sejak umur 1 hari. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaannya yaitu kandang, pakan, perawatan rutin dan sanitasi.

  1. Kandang

Setelah telur menetas dan bulu anak bekisar kering, pindahkan ke dalam boks khusus. Boks dengan ukuran panjang 1 meter, lebar 0,5 meter dan tinggi 0,4 meter dapat menampung 10-12 ekor anak ayam. Pada boks tersebut diberi lampu 5-15 watt sebagai pengganti induk. Boks anak ayam tersebut berdinding rapat dan atap dapat dibuka. Bahan boks dapat berupa karton atau kayu lapis.

 

Boks dari karton mudah didapatkan tetapi mudah basah. Jika dasar  karton sudah basah maka segera ganti karton, hal ini untuk menjaga kebersihan dan kesehatan anak bekisar.

Sedangkan kandang dari kayu lapis bersifat permanen dan relatif tahan lama, pada bagian bawah diberi tempat untuk menampung kotoran.

 

Lampu yang digunakan pada boks sebaiknya dapat diatur suhunya. Bila anak bekisar tampak menepi dan menempel pada dinding boks, hal ini menunjukkan anak bekisar kepanasan dan suhunya diturunkan. Untuk menurunkan suhu dapat dengan cara lampu dikecilkan dayanya atau ditarik keatas jika menggunakan fetting gantung. Sedangkan jika anak bekisar tampak bergerombol atau berdesak-desakan di bawah lampu berarti anak bekisar tersebut kedinginan dan lampu harus segera dinaikkan suhunya.

Setelah anak bekisar berumur 1 bulan dapat dipindah ke kandang yang lebih luas agar tidak berdesak-desakan dan leluasa bergerak. Untuk memindahkan kekandang khusus ini memerlukan adaptasi dengan mengurangi suhu lampu sedikit demi sedikit sampai tidak memakai lampu sama sekali. Kandang tersebut dilengkapi dengan tempat pakan, minum dan tempat membuang kotoran. Kandang dikrakap ketika malam hari. Dan perlu diingat saat usia 3 bulan sebaiknya Anakan Bekisar segera dipisah Kandangnya, karena Bekisar memiliki sifat kanibal.

 

Kandang yang akan diisi anak bekisar dipastikan terlebih dahulu dalam keadaan bersih dan telah didesinfektan. Krakap yang digunakan juga dalam keadaan bersih, dicuci 2 kali seminggu. Perlakuan ini untuk mencegah masuknya bibit penyakit.

 

 

  1. Pakan dan Minum

Anak bekisar sampai umur 2 bulan diberi campuran pakan voer 521 dengan cara diseduh dengan air panas. Tempat yang digunakan untuk menyeduh pakan tidak terbuat dari plastik tetapi setelah dingin dapat diberikan pada tempat pakan berbahan plastik sebaiknya tempurung kelapa. Untuk menyeduh pakan lebih praktis menggunakan  tempat pakan dari tempurung kelapa sehingga tidak perlu mengganti wadah, langsung dapat diberikan. Pakan yang diberikan dalam keadaan dingin dan habis satu kali makan. Pemberian pakan 2 kali sehari sesuai jadwal yang telah ditentukan, tidak boleh terlambat. Sebagai tambahan dapat diberi Madu (diminumi melalui pipet) , pisang kepok dan pepaya di cacah dan dicampur pd makanannya,diberikan seminggu 2 kali.

 

 

Anak bekisar diberi air minum berupa air bersih dan sehat serta sudah direbus sebagaimana air minum manusia. Hal ini untuk menjaga kesehatannya. Karena bekisar relatif sensitif, jadi perawatannya harus teliti dan tekun.

 

  1. Perawatan rutin sanitasi

Kebersihan merupakan hal yang sangat penting dalam perawatan rutin anak bekisar. Tempat pakan dan minum terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan, tidak mudah berkarat dan selalu dibersihkan setelah digunakan. Setiap hendak memberikan pakan dan minum pastikan wadah dalam keadaan bersih. Ketika sore hari setelah ayam makan, tempat pakan dan minum diambil agar tidak menjadi sarang kecoa.

 

Kotoran selalu dibersihkan pada pagi dan sore hari. Bila ada anak bekisar yang mati segera diambil dan anak bekisar yang masih hidup dipindahkan ke kandang lain. Sedangkan kandang yang tempat matinya anak bekisar tadi segera dicuci dengan desinfektan atau air gamping (tradisional).

 

Indahnya memelihara dan merawat Anakan Bekisar saat menginjak usia antara 7 – 12 bulan, kokokannya megeluarkan suara emas. Pengalaman ini beberapa kali yang Saya temui sejak tahun 2002 dan terakhir tahun 2007, seperti Bekisar Bento di miliki sejak usia 5 bulan, Linggo usia 4 bulan, Gale Usia 1 bulan, Tombo Ati usia 6 bulan dan beberapa lainnya. Alhamdulillah tahun 2014 ini dari 3 Anakan yang saya miliki, 1 diantaranya sudah melihat tanda kebaikan, Bekisar merah yang bertubuh ramping itu sudah berusia 6 bulan, ini Kepuasaan batin yang tak terhingga yang saya rasakan, Karena Manfaat memelihara anakan bekisar itu menjadikan kita lebih  paham dan mengerti karakter Bekisar dan melatih kesabaran tentunya. Imbuh Lulu D. Budihardjo, Pemerhati Bekisar

Tag:

Kini suara lantang yang setiap pagi bersahut-sahutan di daerah pegunungan jawa, hanya sesekali terdengar  di telinga kita. Terbang dan hinggappun dapat kita hitung dengan jari. Kondisi ini telah menunjukan sebuah keprihatinan Kita sebagai penyayang Alam dan isinya.  Ayam Hutan Hijau (Gallus Varius ) di ujung kepunahan dan terancam punah di hutan, seperti pegunungan hutan Kaliurang dan Hutan-hutan lainnya.

 

“Sering kali saya mengingatkan kepada  Pengurus KEMARI (Keluarga Penggemar Bekisar Indonesia) di Tanah Air dan Pecinta Ayam Hutan, bahwa Ayam Hutan Hijau adalah Cikal bakal adanya Bekisar, maka jangan dikesampingkan, apalagi dibiarkan punah dari habitatnya,  saya akan menekankan bahwa fungsi Balitbang di Kemari  harus bersinergi dan memiliki kepedulian dalam meneliti dan mengembangbiakan Ayam hutan dan Bekisar di daerah-daerah,  selama ini Organisasi mengabaikan Ayam Hutan maupun Peternak Ayam Hutan Hijaunya itu sendiri” Kata Lulu D. budihardjo,  Mantan Pengurus Pusat KEMARI 3 periode ini.

 

Saat ini baru  beberapa peternak Bekisar di DIY dan Magelang peduli untuk mengembangbiakan Ayam hutan, sehingga secara tidak langsung pelestarian Ayam Hutan dapat terwujud. Kini Sulit rasanya untuk melarang Pemburu liar di hutan, mengingat tidak adaya Perda khusus untuk larangan memburu Ayam Hutan.Sehingga Pemburu liar masih berkeliaran.

“Ide brilliant  datang dari GBPH. Prabukusumo ( Pengamat Bekisar ), beliau memiliki pemikiran bahwa Pelestarian wajib  dan media kegiatan yang langsung dirasakan oleh masyarakat, Yaitu Ayam Hutan dimasukan ke dalam Agenda Kontes, meskipun hanya bersifat Eksibisi saja, sehingga Masyarakat akan lebih tertarik dan terpanggil untuk memelihara Ayam hutan Jawa, ini termasuk pelestarian dan tentunya semakin Masyarakat semangat mengembangbiakan, Maka dapat dibuka sebuah  Bursa Ayam Hutan dengan tujuan Menjaga dari kepunahan dan mengangkat harga yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya” Akhir Mas Lulu (panggilan akrabnya)

 

 

Peternak Bekisar & Gusti PrabuJangan diabaikan dan jangan dilupakan, bahwa Cikal Bakal Bekisar itu adalah Ayam Hutan Hijau (Gallus Varius), bila saja Ayam Hutan Hijau tidak pernah dibudidayakan dan dilindungi habitatnya, maka cepat atau lambat Kepunahan akan melanda Bekisar. Hal ini yang akan dialami oleh Para Peternak, Pembesar hingga Penggemar.

Untuk menyikapi ini semua, beberapa pakar Ayam Hutan Hijau DIY mendatangi dan mengajak Pemerhati Bekisar Nasional Lulu Budihardjo, untuk bersama-sama mendirikan Wadah Pelestari Ayam Hutan Hijau itu. Disambut baik oleh Mas Lulu DB (panggilan akrabnya) atas gagasan mereka itu. “Saya pribadi sangat bangga, masih ada pemikiran mulia dari teman-teman, untuk peduli melestarikan ayam hutan sebagai Bapaknya Bekisar”

Ditempat terpisah Rayi Dalem Kraton Yogyakarta, GBPH. H. Prabukusumo,SPsi, melalui selulernya ke Mas Lulu DB, menyatakan bahwa dirinya bakal mendukung berdirinya Paguyuban Pelestari Ayam Hutan Hijau dan akan membantu semampunya, bila ada para peternak Bekisar yang menjadi Peternak Ayam Hutan Hijau, baik mereka yang berdomisili di DIY maupun Jateng.
Ditambahkan oleh Roy, Pengusaha Muda DIY dan penggemar Ayam Hutan Hijau, bahwa Saya akan mendukung gagasan Mas Lulu dan Gusti Prabu, bagaimanapun Ayam Hutan Hijau adalah Asset Alam Indonesia, kita perlu menjaga dari Kepunahan, Melestarikan itu Indah dan Tak ternilai harganya.

Tag:,