Skip to content

Lulubekisar's Blog

Pemerhati Ayam Bekisar

Peternak Bekisar & Gusti PrabuJangan diabaikan dan jangan dilupakan, bahwa Cikal Bakal Bekisar itu adalah Ayam Hutan Hijau (Gallus Varius), bila saja Ayam Hutan Hijau tidak pernah dibudidayakan dan dilindungi habitatnya, maka cepat atau lambat Kepunahan akan melanda Bekisar. Hal ini yang akan dialami oleh Para Peternak, Pembesar hingga Penggemar.

Untuk menyikapi ini semua, beberapa pakar Ayam Hutan Hijau DIY mendatangi dan mengajak Pemerhati Bekisar Nasional Lulu Budihardjo, untuk bersama-sama mendirikan Wadah Pelestari Ayam Hutan Hijau itu. Disambut baik oleh Mas Lulu DB (panggilan akrabnya) atas gagasan mereka itu. “Saya pribadi sangat bangga, masih ada pemikiran mulia dari teman-teman, untuk peduli melestarikan ayam hutan sebagai Bapaknya Bekisar”

Ditempat terpisah Rayi Dalem Kraton Yogyakarta, GBPH. H. Prabukusumo,SPsi, melalui selulernya ke Mas Lulu DB, menyatakan bahwa dirinya bakal mendukung berdirinya Paguyuban Pelestari Ayam Hutan Hijau dan akan membantu semampunya, bila ada para peternak Bekisar yang menjadi Peternak Ayam Hutan Hijau, baik mereka yang berdomisili di DIY maupun Jateng.
Ditambahkan oleh Roy, Pengusaha Muda DIY dan penggemar Ayam Hutan Hijau, bahwa Saya akan mendukung gagasan Mas Lulu dan Gusti Prabu, bagaimanapun Ayam Hutan Hijau adalah Asset Alam Indonesia, kita perlu menjaga dari Kepunahan, Melestarikan itu Indah dan Tak ternilai harganya.

Tag:,

LLHK W2

Lulu Budihardjo (kiri) dan Haka Astana (kanan)
Motivator Perbekisaran

Saat merebaknya Flu Burung tahun 2007, unggas seperti Bekisar salah satunya yang terkena imbasnya, para pedagang dan pembesar ikut lesu serta lomba bekisar di tanah air,khususnya Jakarta  tidak berani melaksanakan lomba.

Namun sosok Haka Astana (saat itu Kapoltabes Yogyakarta) penggemar berat Bekisar itu, mengajak sahabatnya Lulu Budihardjo untuk melaksanakan Lomba Bekisar Kapoltabes Cup ke VI  di Mako Brimob Baciro.

“Waktu itu saya sangat optimis bahwa Lomba Bekisar di Mako Brimob, pasti diminati oleh Penggemar bekisar Tanah Air, meskipun Flu Burung menghantui Bekisar, Alhamdulillah Bekisar DIY kembali semarak dan pedagang pasar burung Ngasem kembali bergairah, daerah lainnya berani menggelar lomba. Satu hal yang perlu kita catat, bahwa Bekisar telah mempertemukan kita di lapangan, tanpa melihat status sosialnya” Kenang Brigjend Pol Haka Astana, yang kini menjadi Kapolda DIY.

Di sela-sela pertemuan dengan Kapolda DIY di Mapolda, Jumat (10/5) Lulu Budihardjo,Pemerhati Bekisar Nasional menambahkan bahwa kehadiran Mas Haka di Yogyakarta, dapat menggairahkan kembali pamor perbekisaran dan ketentraman di DIY kedepannya, Kapolda Cup DIY ke 4 pasti akan tergelar setelah Idul Fitri, wacana tempat di lapangan Brimob Gondo Wulung, namun untuk waktu pelaksanaan Saya akan berkordinasi dengan teman teman Pengurus Cabang Kemari Bantul dan Sleman, mengingat sudah 3 tahun Saya tidak menjadi Pengurus Pusat lagi, dan petunjuk Kapolda bahwa perlu di laksanakan Latihan Bersama jelang perebutan Pialanya  nanti. Lomba Bekisar masih memerlukan sosok sosok motivator, sebut saja seperti Gusti Prabukusumo, Mas Japto SS, HR Ali Badri, Mas Sunaryono dan lainnya.

Lomba Bekisar Prabowo Cup di JEC

SARASEHAN NASIONAL MEMINDAHKAN KEMARI PUSAT KE  YOGYAKARTA

 

Organisasi penghobby KEMARI ( Keluarga Penggemar Bekisar Indonesia ) yang didirikan oleh sembilan Tokoh era Orde Baru pada 19 Desember 1989 di Jakarta. Tapi seiring perjalanan Organisasi, dua tahun terakhir ini Pengurus Pusat Kemari periode 2010 – 2013 terpuruk, namun Pengurus cabangnya yang tersebar di 26 Kabupaten Indonesia tetap eksis, terutama Pengurus Cabang Yogyakarta, Magelang dan Madura yang rutin melaksanakan Lomba dan Latihan bekisar di setiap bulannya.

“Saya acungkan jempol kepada Cabang Kemari yang tetap kosisten dalam mempertahankan keberadaan Bekisar di sekitar daerahnya, dengan dilaksanakan Sarasehan Nasional di Ndalem Notoprajan, Sabtu (16/3) dihadiri seluruh Pengurus Cabang, diharapkan menggerakan kembali roda organisasi Kemari Pusat yang kini mati suri serta Lomba Bekisar Prabowo Cup , Minggu (17/3) di JEC Bantul, dapat menggairahkan Lomba lomba Bekisar di Tanah Air “ Kata Lulu Budihardjo, mantan Pengurus Pusat Kemari 3 periode dan juga Waksek  KONI Prov.DIY periode baru ini.

Ditambahkan Lulu DB, bahwa Sarasehan Nasional merupakan momentum menentukan sosok calon Ketua Umum Kemari Pusat dan menyepakati perpindahan Kemari Pusat dari Jakarta ke D.I Yogyakarta, Jawa Tengah atau Jawa Timur, mengingat ke 3 provinsi tersebut merupakan basis perbekisaran yang cukup tinggi dan diperhitungkan.

Lulu Budihardjo (tengah) bersama PP Kemari 2006 - 2009 Lulu DB dengan peserta Sumenep

Para Penggemar Bekisar Tanah Air sedang menyiapkan Jawara Bekisarnya, terlihat dalam Latber Bekisar yang di selenggarakan PC Kemari Magelang, Minggu (3/3) sosok Lulu Budihardjo mengerek calon juaranya pada nomor  gantantangan 15 dalam latber di Pondok Tingal Borobudur.

Sekitar 32 Bekisar dari Yogyakarta, Temanggung, Solo dan Magelang sebagai Tuan Rumah dalam Latber tersebut. Mereka memang telah menyiapkan Jawara Bekisarnya untuk menjadi sang juara dalam Prabowo Cup yang akan datang.

“Kita yakin sekali bakal menjadi yang terbaik dalam event nanti” kata Kardi, Juara satu dalam kelas Madya Latber Bekisar

Organisasi besar yang dimiliki Keluarga Penggemar Bekisar Indonesia (KEMARI) yang berpusat di TMII Jakarta ini, berdiri tahun 1989. Bukan menjadi rahasia umum lagi, KEMARI yang dibentuk oleh Pemerintahan Orde baru itu banyak melibatkan para Petinggi Negara ini, sebut saja Ismail Saleh,SH (Alm), Sadila  Mursyid (Alm), Pudjo Muljono dan lainnya, Dan beberapa petinggilainnya masih member  perhatian besar kepada kegiatan KEMARI.

Kisah perjalanan KEMARI ini dituturkan oleh Lulu D. Budihardjo, mantan Pengurus Pusat 3 periode yang kini bermukim di Turi Sleman Yogyakarta.

Lulu DB menjelaskan bahwa dirinya telah mensukseskan Munas III KEMARI tahun 2000 di Jakarta, saat itulah Ketua Umum KEMARI terpilih yaitu Hidayat, Putra Menteri Pertanian RI waktu itu, menarik dirinya menduduki jabatan Sekjen Kemari Tahun 2000 – 2003.

“Event  Nasional telah saya laksanakan, baik di TMII sampai Wilayah Jawa umumnya, Namun seperti Piala bergengsi Ibu Tien Soeharto, Menteri Pariwisata dan Emas Ismail saleh, hanya tinggal kenangan, Piala Ibu Tien Soeharto yang digelar sejak 1992 sd 2009 dan Piala Menteri Pariwisata RI, keduanya kini tergeletak di Taman Bekisar TMII, sedangkan Piala Emas Ismail Saleh telah  dijual untuk merawat Taman Bekisar TMII seluas 6000 meter itu. Ketiga Piala tersebut memiliki magnet atau daya tarik yang luar biasa bagi Penggemar Bekisar di Tanah Air” Kenang Lulu DB

Lulu DB menambahkan bahwa di daerah  Cabang Kemaripun, ada beberapa  Piala  bergengsi level 2 yang tidak pernah di Konteskan lagi, antara lain PialaWalikota Pekalongan, PialaBupati Kulonprogo, Piala Kapoltabes dan Brimob DIY. Dan agenda Saya kedepannya adalah menarik Piala Ibu Tien Soeharto dan Piala Menteri pariwisata dari Jakarta ke Yogyakarta, dengan tujuan Piala tersebut dapat diperebutkan kembali, agar Kemari dapat Menghargai peninggalan dari pendahulunya serta menggairahkan kembali Penggemar Bekisar , meskipun dirinya telah dua tahun tidak mejadi PengurusKemari.

 

 

Perputaran waktu yang teramat cepat, membuat Penggemar Bekisar merasa terkejut, mengingat Pengurus Cabang KEMARI Magelang dalam waktu dekat menggelar Kontes Nasional Bekisar Pondok Tingal Cup, Minggu (8/7) di Lapangan Hotel Pondok Tingal Magelang.

Artinya Penggemar Bekisar dimanapun menyiapkan Bekisar kesayangannya untuk diturunkan dalam ajang kontes bergengsi itu dan sekaligus saling bermaafan dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan yang akan datang. Karena sebagai Tradisi di KEMARI saat bulan suci ramadhan, Kontes Bekisar diistirahatkan, Bekisarpun harus dipuasakan, apalagi Pemiliknya harus lebih menjiwai dan memaknai Bula Suci Ramadhan

Disela-sela jelang Kontes Bekisar Pondok Tingal Cup, Indra Fizal yang baru 3 bulan  menyandang gelar sebagai  Ketua PC Kemari Magelang, sangat bersemangat dan antusias dalam persiapan kontes tersebut. Semoga Pengurus cabang lainnya dapat mendukung dan mendatangkan Bekisar Jawaranya hingga sampai Bekisar pemulanya.

Ditambahkan oleh Pemerhati bekisar, Lulu Budihardjo , meskipun Kontes Bekisar tidak seganyeng tahun-tahun sebelumnya, namun tahun 2013 nanti Kontes  Bekisar akan lebih hidup seperti di era kejayaannya dahulu…amin

Apapun yang ditekuni dan dijalankan sepenuh hati, biasanya membawa hasil yang lebih dari yang dipikirkan. Seperti halnya membesarkan unggas jenis Bekisar telah banyak didapatkan di perumahan di kawasan Sleman sekitarnya, namun satu diantara puluhan lainnya, ditemui dua sosok pemuda di dusun Dukuh Pondokrejo Tempel sleman ini, yang tekun dan semangat mengawali pembesaran 3 ekor bekisar di bulan Juni 2010, hasil ternakan dari Agus sentolo. Saat itu salah satu bekisarnya yang berwarna wiring kuning mengeluarkan suara baik, dan cukup berarti untung yang diraih waktu itu.

Mereka Syaiful azis, usia 20 tahun berstatus Mahasiswa semester IV Jogjakarta dan Taufiq Nanda, usia 27 tahun alumni 2008 mahasiswa Jogjakarta. Ketertarikan untuk membesarkan bekisar melihat bahwa Bekisar unggas yang langka, terlebih penghasilan dari penjualan bekisar dapat membiayai kuliah dan meringankan beban keluarganya. Dan masing-masing Orang tua dari mereka terus mendukung.

Anakan bekisar sejak usia 5 hari diambil dari Perternak unggulan seperti H.Taslim Muntilan, Agus Sentolo dan Komet Secang. Tidak kurang dari 100 ekor per bulannya, Anakan bekisar ini mereka bawa dengan harga rata-rata per satu ekornya  Rp. 60 – 70 ribu, Mereka besarkan mencapai usia 2-4 bulan dengan harga sekitar Rp. 150 – 200 ribu, pengambil tetap yang rutin adalah dari kepulauan Madura dan Kabupaten Jepara.

Bila di estimasi harga pakan untuk per ekor Bekisar sekitar Rp. 3.000,- per bulannya. Baginya perawatan Bekisar tidak sulit dan mudah untuk di besarkannya, meskipun Cuaca ekstrim Bekisar-bekisar dusun dukuh ini selalu sehat dan kuat, mengingat kebersihan dan pakan selalu terjaga dengan baik.

Pengalaman dalam 2 tahun ini, dari ratusan Bekisarnya hanya terdapat 1 ekor betinanya, dan memang ada beberapa ekor yang sempat mati saat awal-awalnya mereka membesarkannya.

Ditengah-tengah semangatnya membesarkan bekisar, Saiful dan Nanda menerima kunjungan Pemerhati Bekisar Nasional Lulu Budihardjo, pengalaman 11 tahun Lulu DB di perbekisaran disumbangkannya dan lebih menjadi penyemangat dan menambah ilmu pengetahuan mereka untuk selalu konsisten mencintai Bekisar

 

“Saya bangga dengan pilihan adik-adik itu untuk membesarkan Bekisar,dan harapannya pemuda-pemuda dusun dukuh dapat termotivasi untuk mengikuti jejak mereka, mengingat membesarkan Bekisar dapat menjadi kesibukan positif dan mata pencaharian”kata Lulu DB

Ditambahkan Syaiful, bahwa belum lama ini 12 pemuda dusun dukuh mendapatkan sosialisasi pembesaran bekisar, namun dari sisi pemodalan yang masih menjadi kendala, bila saja Bank pemerintah dapat mendukungnya, niscaya perbekisaran di dusun-dusun wilayah sleman dapat lebih bangkit. Kamipun memiliki wacana kedepannya untuk menjadi seorang peternak Bekisar dan Ayam Alas.